Senin, 23 September 2019

Teruntuk Kamu (yang tengah berbahagia hari ini)

Izinkan aku bercerita.

Ini tentang mimpi seseorang.
Suatu hari ada seorang Putri Sholihah,  yang memiliki mimpi sederhana namun bermakna luar biasa.

Kala itu ia masih berseragam putih merah.
Mimpinya satu,  ia ingin pergi ke Tanah suci,  melihat Ka'bah.

Tahun demi tahun berlalu,  ia selalu berdoa (itu yang kutahu,  tapi aku yakin ada waktu-waktu lain dimana ia berdoa kepada Rabbnya tanpa sepengetahuanku)
berdoa akan mimpinya,
Setahun,  dua tahun,  lima tahun, sampai bertahun-tahun.
Doanya belum terkabulkan,  padahal orang-orang disekitarnya satu persatu  sudah dikabulkan doanya.

Tapi Ia tak menghentikan ragam doanya,  ia tak pernah marah, mungkin sedih sesekali pernah,  namun ia kembali ingat bahwa Allah selalu menepati janjiNya.

Pada intinya ia minta kepada sang Khalik agar membawanya ke Tanah suci (Haramain,  Makkah dan Madinah) dengan bagaimanapun kehendakNya.

Apakah Allah tak mendengar doanya?

Rupanya bukan Allah tak mendengar doanya,  namun..
Allah simpan doanya untuk sebuah hari yang Allah tahu bahwa itu hari yang paling baik untuk mengabulkan doanya.

Kapan? Aku rasa itu Hari ini.
Karena akhirnya ia menginjakkan Tanah Suci,  untuk ibadah Umroh di Mekkah. Dan bukan itu saja,  juga untuk menyempurnakan separuh agamanya yakni menikah dengan Seorang Laki-laki sholih yang sedang menempuh pendidikan di kota pertama Nabi salallahu alaihi wa sallam membangun peradaban islam,  Madinah.

Maa Syaa Allah, bukankah ini bukti bahwa janji Allah Jalla Wa Alla itu nyata?
Sebenarnya aku belum menceritakan bagaimana semua doa yang ia panjatkan tentang keinginanya. Tapi ada suatu hari dimana ia pernah berdoa,  dan aku mendengarnya.

"Ya Allah aku ingin tinggal di kota ini (Sukabumi)"

kala itu kami sedang menempuh pendidikan di salah satu pesantren di sebuah kota yang disebut "kotanya para SANTRI"

Dan kalian tahuu.. Laki-laki yang akan dilengkapi tulang rusuknya itu tinggal di kota tersebut, dan begitulah kisahnya.

Ada banyak hal tentang Putri Sholihah ini yang belum kuceritakan pada kalian, bahkan mungkin masih banyak yang belum kuketahui ceritanya.

Tapi Aku banyak mengambil pelajaran dari kisah Sang Putri Sholihah, walaupun yang kutahu hanya sepenggal dari kisah hidupnya,  tapi setidaknya aku mengambil ibroh (pelajaran) besar dari perjalananya.
----------------------------------------------------------------------------------------------

Allah Maha Mendengar,
Allah Maha Melihat,
Allah Maha Hidup,
Allah Maha Kaya,
Allah Maha pemilik segalanya.
Kita hanya seorang hamba sederhana,
Yang hanya dituntut akan satu hal :
Yaitu "Beribadah kepada Allah" sebagaimana dalam firmannya pada QS 51: 56 (("Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."))
Beribadah kepadaNya.
Berdoa kepadaNya.
Meminta hanya kepadaNya.

Jangan pernah lelah untuk berdoa dan meminta,  ketika ingin memohon ampun atau meminta suatu hajat.

Tapi, jangan meminta "paket kilat" karena hanya Allah Taala yang tahu kapan waktu terbaik untuk mengabulkan doa tersebut atau bahkan mengganti doa tersebut dengan suatu hal yang lebih baik bagi sang hamba.

"Berprasangka baik kepada Allah,  adalah sebaik-baiknya sifat seorang hambaNya."

Kemudian pernah kudengar seorang Ustadzah bercerita :

"Ada seorang Pemuda Sholih,  disukai banyak wanita di Desanya. Tapi akhirnya ia menikah dengan seorang wanita biasa desa itu,  bahkan terkesan pendiam dan tak pernah sama sekali melirik pemuda ini."

Lalu kami yang mendengar bertanya, "lalu Ustadzah bagaimana bisa wanita biasa ini menikah dengan Sang Pemuda Sholih?,"

Ustadzah pun menjawab,  "karena Allah Maha tahu,  siapa yang setiap hari meminta dipertemukan dengan jodoh terbaiknya,  Allah Maha mendengar tangis bujuk rayu hambanya yang menginginkan diberikan pasangan yang sholih. Dan mungkin inilah yang dilakukan sang wanita. Ia tidak ramai membicarakan sang pemuda seperti kebanyakan gadis desa,  ia tidak heboh mengagumi sang pemuda,  tapi ia langsung meminta kepada penciptaNya."

Kami semua terdiam seketika.

Dari cerita itu aku mendapatkan sebuah ibroh (pelajaran) penting, "Bahwa ketika kau menginginkan sesuatu,  mintalah langsung kepada pemiliknya. Untuk apa kau ceritakan keinginanmu kepada hamba yang sama-sama tak memiliki kemampuan untuk mengabulkan. Jelaslah yang menciptakan yang bisa mengabulkan"
----------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Putri Sholihah, teman seperjuanganku.

Ini bukan akhir dari kisahmu.
Namun,  ini adalah prolog dari ceritamu.
Selanjutnya,  adalah masih menjadi skenario Allah Taala.
Kamu akan menghadapi beragam tantangan, rintangan,  dan perjuangan kehidupan sebagaimana juga yang sebelumnya pernah kau hadapi.
Karena inilah hidup di dunia, cuma sementara kok.

Selalu bertahan dan jadilah "Kamu" yang aku kenal sangat kuat dan gigih.

Kalau dulu aku ada disampingmu,
Mungkin kini akan ada sosok lain yang  lebih menguatkanmu, dan berdiri disampingmu.
Mungkin dialah yang nanti akan lebih banyak menjadi tempatmu menceritakan berbagai nano-nano kehidupanmu.

Kalau kamu ingat dulu kita juga kerap kali berselisih pendapat akan suatu hal,  tapi kemudian kita akan saling merangkul kembali.
Maka,  lakukanlah hal yang sama ketika kamu hidup dengannya nanti. Bahkan berperilakulah  lebih baik dari perilaku baikmu kepadaku dahulu.

Dulu saja aku dan kamu yang sama-sama wanita,  kerap kali berselisih pendapat,  maka bisa jadi hal yang sama juga akan terjadi kelak. Apalagi teman hidupmu sekarang adalah sosok laki-laki yang jelas memiliki kodrat yang berbeda.

Tapi ingatlah satu hal,  tak ada sebaik-baiknya sandaran selain Allah Taala.

Apabila nanti ada suatu hal yang akan kau hadapi,  ceritakanlah dulu pada sang pembuat skenario,  yakni Allah Taala. Mintalah kepadaNya sebaik-baik solusi,  sebagaimana kau yang tak pernah lelah meminta kepada Allah agar mengabulkan segala harapan dan cita-citamu.

Kembalilah kamu dan teman hidupmu kepada Kitab Allah (Al Quran) dan Sunnah RasulNya (Al Hadis) bila kalian menjumpai sebuah dua persimpangan yang berbeda. Karena dengan itu kalian akan sama-sama menemui satu titik terang,  dan kembali berada di jalan yang sama.

Jadi Berbahagialah,
Semoga ini adalah jodoh terbaik yang Allah takdirkan untuk menjadi pasangan hidupmu di dunia dan bisa membimbingmu hingga kehidupan akhirat kelak.

----------------------------------------------------------------------------------------------

Tapi,  Aku akan tetap di jalurku dan kamu juga akan tetap di jalurmu.
Untuk masalah sepele yang biasa kita bedah solusinya,  kamu masih bisa menceritakannya kepadaku. Karena Aku tetap temanmu. (semoga sampai di Jannah Firdausnya Kelak.)

Maaf,  Kalau ucapanku ini terkesan seperti pidato bahkan penggalan novel.
Sebenarnya ingin kukirimkan tulisan ini dalam bentuk "catatan kehidupan",  tapi sepertinya itu lebih baik kau sendiri yang menuliskannya,  untuk kamu ceritakan kelak untuk anak cucumu.
Semoga yang sedikit ini,  bisa menggambarkan betapa bahagianya diriku di hari jadimu ini.

Bogor.
15, September 2019.
Dari Kakak,  Sahabat,  Teman, yang semoga kita menjadi teman sampai JannahNya kelak. -N.I.H.

----------------------------------------------------------------------------------------------

*Teman-teman pembaca semua,  bacalah kisah ini dari sisi positifnya. Ambil semua ibroh baiknya. Dan jangan terlalu berlebihan pula menanggapinya karena kesempurnaan hanyalah milik Allah,  bukan milik hambaNya.

"Aku hanya menuliskan kembali skenario Allah sesuai yang aku lihat bagaimana terjadinya, dan mungkin banyak yang terlewat atau tidak aku ketahui.
Namun kembali lagi,  Aku hamba biasa. Yang banyak memiliki keterbatasan, salah dan lupa. Berbeda dengan Allah yang Maha Sempurna. Aku bisa saja salah dalam menyusun kisah ini,  tapi Allah tak pernah salah. Jadi semoga semua yang membaca,  dapat mengambil sisi positif dari cerita ini."

Minggu, 01 September 2019

JANJI ALLAH NYATA

(وَقَالُوا۟ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِی صَدَقَنَا وَعۡدَهُۥ وَأَوۡرَثَنَا ٱلۡأَرۡضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ ٱلۡجَنَّةِ حَیۡثُ نَشَاۤءُۖ فَنِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَـٰمِلِینَ)

Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.” Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. [Surat Az-Zumar 74]

Selasa, 27 Agustus 2019

"Mengejar Gelar Akhirat Semata.."

Menjadi orang sukses itu bukan tuntutan,
tapi sebuah hasil akan sebuah keikhlasan.

Menjadi orang terbaik itu bukan keharusan,
melainkan sebuah hasil dari kesabaran.

Menjadi orang yang sukses bukan berarti kemasyhuran,
tapi yang terasa manfaatnya hingga akhir zaman.

Tak perlu kau dikenal untuk bisa bermanfaat,
yang penting kau menjadi hamba yang taat.

Tak perlu kau tunjukan seberapa besar kemampuan,
cukup hasil akhir saja yang membuktikan.

Apakah kesuksesanmu nyata,
atau hanya sebuah cobaan Allah semata.

Jangan bangga dengan gelar dunia, 
karena gelar akhirat yang paling utama.

-Bintu Haris @BeAKhoirPerson

Senin, 26 Agustus 2019

Asyik berProses Atau berProtes?

Menuntut ilmu agama.....
Menghafal Al-Alquran....
Menghafal Hadis....
Itu semua butuh proses,  bukan protes.
Itu semua butuh peluh,  bukan mengeluh.
Itu semua butuh perjuangan,  bukan sekedar angan-angan.

Dahulu Rasulullah صلى الله عليه وسلم  saja butuh proses bertahun-tahun untuk mendakwahkan agama islam,
Cacian,  makian,  remehan,  cibiran, rasa lelah bukan apa-apa selain cambuk untuk tetap menikmati proses. Dan hari ini adalah hasil dari proses yang Beliau lakukan,  Dakwah Islam berkembang dan tersebar luas.
Intinya,  Sabar. Nikmati Proses,  bukan Protes.
Akan ada saatnya Kita menikmati hasil dari setiap peluh.
Akan ada saatnya Kita sadar bahwa perjuangan kita akhirnya menghasilkan.

Bogor,  26/08/2019

-BintuHaris @BeAKhoirPerson

Minggu, 30 Juni 2019

Bermimpi tinggi, tapi belum tercapai, ada apa dengan ku?

((Bermimpi tinggi,  tapi belum tercapai, ada apa dengan ku?))

Mimpi adalah sebuah harapan serta cita-cita positif yang dimiliki oleh hampir semua insan.

Bisa dikatakan mereka yang berani bermimpi, berarti sudah memiliki planning dan timing untuk kapan mimpi itu bisa terwujud.

Zaman kini kita bisa melihat,  secara sisi duniawi, bahwa
Anak dengan umur 15 tahun bisa menghasilkan hampir milyaran rupiah hanya karena kegigihannya dalam bermimpi.
Tidak hanya itu bahkan anak-anak dengan yang berada dibawahnya ataupun diatasnya pun ada yang mampu mengalahkannya dalam hal finansial semata.

Tak ayal, bahwa kerap kali kita merasa iri. Bahwa "mengapa orang lain bisa tercapai mimpinya sedangkan aku,  masih seperti ini saja, apa yang salah dengan takdir Allah untukku?"

Akhwati fillah,
tidak ada yang salah dengan takdir,  janji,  serta ketetapan Allah. Justru yang menjadi subyek dimana pertanyaan itu dilontarkan adalah "Kamu" ya,  kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Sudah seberapa persen planning dan timingmu terjalani?
Sudah seberapa besar kegigihanmu?
Sudah seberapa kuat azammu?
Sudah seberapa banyak dirimu meminta kepada Allah sang maha pemilik dunia ini?
Dan sudah seberapa lenguhanmu dihadapan Allah meminta agar mimpimu dikabulkan?

Aneh manusia zaman sekarang ini,  terkadang ada saja pemikiran-pemikiran adakadabra mereka yang akhirnya malah menyudutkan dirinya sendiri.

Menjadikan Si percaya diri jadi underestimate
Menjadikan Si pemberani jadi takut untuk memberi solusi
Menjadikan Si pemalu semakin gagal dan merasa menjadi pecundang.

"Memang mimpi bisa datang sendiri dengan tiba-tiba?

Seperti bunga mimpi yang kita kerap kali dapati pada tidur kita ? tentu tidak. Mimpi yang sedang kita hadapi ini adalah miliknya Rabb semesta Alam. Mimpi yang sedang kita idam-idamkan ini ada digenggaman sang Maha pengatur,  lalu mengapa kau malah kerap kali menyalahkannya?

Yang patut di salahkan ya dirimu sendiri kawan,
Yang seharusnya kamu lakukan bukan hanya berpangku tangan,
Yang seharusnya kamu lakukan bukan hanya berkhayal.

Tapi Do Much,  Pray More.
bukan Do Much,  Pray Never.
atau apalagi Do less,  Pray Never.

Gubrak deh,  ini mau kapan suksesnya?
Lebaran tahun depan?
atau dua tahunnya lagi?
atau lebaran kuda?

So,  camkan untuk mulai do much dan pray more!

Agar tak lagi bermimpi tinggi,  tapi belum tercapai...
Agar tak lagi berharap banyak tapi merasa selalu gagal...

Wallahu a'lam.

Next post :
"Bukan Sukses dunia yang membuatku bahagia.."

@Bintuharis
@BeAKhoirPerson
@Berbaginaskah

Senin, 06 Mei 2019

الحياة تحتاج إلى التعب...

لا تقلقي كثيرا !
فالذي كفاك هم الأمس،
سيكفيك هم اليوم.

والذي رعاك صغيرا،
لن تعجزه كبيرا.
قال الله تعالى {وكفى بالله وكيلا}
Jangan bersedih !
Karena apa yang mencukupkanmu kemarin akan mencukupkanmu esok.
Dan perjuangan yang kecil belum melemahkan yang besar.

**

الحياة تحتاج إلى التعب،
أليس قال الله تعلى {لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِی كَبَد} ؟
كلنا نريد الراحة، كلنا التعب، طبعا هذه هي الحياة.

Hidup itu pasti melelahkan
Bukankah Allah telah berfirman, "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." ?
Setiap dari kita ingin  istirahat,  setiap dari kita merasa lelah, tentu karena inilah kehidupan.

**

الحياة لم تكن سهل بل هي تحتاج إلى الجهد و التعب.
كيف تريدين أن تكوني الناجحة و أنت نائمة على السرير؟
كيف تريدين أن تكوني الناجحة و أنت مشغولة بالتحدث و الضحك؟

Hidup tidak mudah,  tapi ia butuh perjuangan dan rasa lelah.
Bagaimana kamu mau sukses namun asyik tidur di atas kasur?
Bagaimana kamu mau sukses namun kamu sibuk mengobrol dan tertawa?

**

هل الحياة تخدمك؟ أم أنت تبذلين الجهد فيها؟
كل على اختيارك.

Apakah hidup yang akan melayanimu? atau kamu yang harus memberikan perjuangan dalam melewatinya?
Semua itu pilihanmu.

Minggu, 05 Mei 2019

"لكنّ أيتها الطالبات العلم الشرعي... "

BeAKhoirPerson   |  _bintuharis_ | حب الخير للغير

"الوصية الجميلة للطالبات العلم الشرعي ..."

يا أخواتي، بعض الطالبات تظن أنها إذا دخلت المعهد الشرعي فإنها سوف تكون عالمة، أو أنها سوف تكون فقيهة، أو أنها سوف تكون حافظة للقرأن.

لأنها تقول: "هذا المعهد فيه المعلمين والمعلمات العرب. إن شاء الله أنا سأتعلم علوم الشرعية أو سوف أفضل من غيري، وهنا يحفظ القرآن كاملا فإن شاء الله سأحفظ القرآن كاملا."

يا أخواتي، هذا الكلام و هذا الإعتقاد يرجع إلى اجتهادك، بمعنى أن وجود المعلمات العربية أو وجود النظام بأن تكوني لحافظة القرآن لن يجعلك حافظ القرآن و أنت ناعمة في فراشك.
لا بد من بذل الجهد، لا بد من التعب، لا بد من الإجتهاد، لابد من المراجعة.

فمن غير الإجتهاد و البذل فإنك لن تكوني كما تريدين.
فالآن حفظ القرآن بمجرد دخولك في المعهد، القرآن لم يدخل في رأسك بوجوده.

لا بد أن تجلسي و تحفظي و تراجعي و تسمّعي و تكرري.
فان لابد مع الإجتهاد ! لا تظن الطالبة أن إذا دخلت سوف تكون هكذا.

فالموضوع كل يرجع إلى الطالبات في الإجتهاد.

نعم كل يساعد، أنّ الإختبارات تساعد، و أن النظام يساعد، وأن وجود الأسباب  تساعد. أقصد، بأن الأسباب وجود المعلمين والمعلمات والمحافظات و وجود الأخوات والطالبات يحفظن جميعا، لا شك أنها يساعد و يسجّع لهم .

ولكن الأمر الأول يرجع إليك أنت ! فاطالبات التي تستطيع أن تحدد المستوى والهدف الذي ستصل إليه إن شاء الله.

🔊 من محاضرة شيخ سعد بن عدنان الخضري
📝نسخ في ١٦/١٠/٢٠١٨

Untukmu, Penuntut Ilmu Syariy [Ver Indo]

BeAKhoirPerson   |  _bintuharis_ | حب الخير للغير

"Sebuah Wasiat Indah untuk Penuntut Ilmu Syariy..."

Wahai saudariku,  ada sebagian penuntut ilmu yang mengira,  bahwa setelah ia masuk ke dalam mahad syariy, maka ia akan menjadi seorang alim, atau seorang yang fakih dalam agama, atau akan menjadi penghafal al quran.

Karena ia mengatakan : "Di mahad ini,  ada guru-guru dari arab, ada pengajar-pengajar yang mengajarkan bahasa arab dan ahli dalam ilmu syariy maka in syaa  Allah Aku akan mempelajari ilmu syariy atau aku akan menjadi yang paling baik dari yang lain. Dan disini menghafal quran secara sempurna,  maka aku akan menghafal al quran secara sempurna juga. "

Wahai saudariku,  perkataan seperti ini dan keyakinan seperti ini kembali kepada usahamu, berarti bahwa adanya pengajar pengajar arab atau adanya peraturan dan program agar menghafal al quran tidak akan menjadikanmu seorang penghafal al quran sedangkan  kamu malah asyik tidur diatas ranjangmu.

Ini semua membutuhukan usaha yang maksimal,  membutuhkan rasa lelah,  membutuhkan murojaah.

Tanpa usaha yang maksimal,  maka kamu tidak akan pernah menjadi seperti yang kamu inginkan,  dan sekarang dengan masuknya kamu ke mahad yang mengajarkan ilmu syariy di dalamnya,  tidak akan menjadikan al quran begitu saja masuk ke dalam kepalamu karena adanya.

Karena kamu harus duduk,  dan kamu harus menghafal,  dan kamu harus menyetor,  dan kamu harus mengulang. Maka sesungguhnya itu semua membutuhkan usaha! Janganlah seorang murid merasa bahwa dengan masuknya ia ke mahad maka dia akan menjadi seperti "begini" dan "begitu".

Maka hal ini semua kembali kepada pribadi murid-murid tersebut tentang bagaimanakah usahanya. Benar,  bahwa adanya program itu membantu, dan adanya peraturan itu membantu, dan adanya ujian itu membantu,  dan adanya pengajar itu membantu, dan adanya guru itu membantu, dan adanya saudari itu membantu,  dan adanya teman-teman yang semua menghafalkan al quran itu membantu,  tidak diragukan lagi bahwa itu semua bisa membantu serta memotivasi mereka.

Akan tetapi perkara yang utama,  kembali kepada dirimu,  hanya dirimu yang bisa mengatur serta membatasi tingkatanmu dan mencapai tujuanmu yang akan kamu capai nanti in syaa Allah.

🔊 Muhadoroh Syeikh Saad Bin Adnan Al Khudoriy
📝 Ditulis pada tanggal 16/10/2018
📄 Diterjemahkan dan ditulis pada tanggal 05/05/2019

Rabu, 01 Mei 2019

Waktu dan Perpisahan

"Teruntuk Kalian yang tengah berada di perubahan waktu"
Bicara waktu..⌚

Izinkan Ana sebagai seseorang yang mengenal antunna cukup baik mencoba mengungkapkannya.🌹

Mungkin Ana baru angkat bicara tentang perpisahan waktu yang akan kita alami.

Sebenarnya,  masalah "berpisah dengan waktu" ana sudah paham rasanya.

Dan Ana rasa,  perpisahan kita yang paling membekas tepat dua tahun silam. Disaat ana yang harus meninggalkan kalian terlebih dahulu.

Ya,  pada saat Ana harus meninggalkan antunna. Yang dibenak ana banyak,  dari mulai "Nanti mereka cerita dan diskusi sama siapa ya," "Nanti mereka akan tumbuh dewasa sendiri bisa kan ya?" Ya,  dangkal sekali pikiran ana pada saat itu.

Sebuah rasa takut yang dialami oleh seorang kakak,  ketika harus meninggalkan adiknya.

Tapi rupanya,  "you all grown so fast." Kalian yang awal mulanya masih banyak bercerita tentang banyak hal,  kalian yang masih suka mengeluh di hari2 ana meninggalkan mahad. Lama kelamaan tak terdengar suaranya.

Disaat itu ada terbesit rasa sedih "ah mereka kok ndak pernah kabar2in ana lagi ya," dan banyak jenis2 prasangka lainnya.

Tapi di saat itulah ana sadar, "inilah waktu dan kehidupan"
Bahwa waktu itu akan terus berputar,  dan secara alamiyahnya diri2 seseorang pun tumbuh. Entah mungkin yang dulunya pernah sangat dekat,  ketika "waktu sudah memisahkan" dan disibukkan dengan "kegiatan baru" mungkin lama2 akan semakin jauh dan terkadang lupa.

Tapi satu hal yang lagi2 Ana pahami,
"Berpisah karena waktu itu pasti"
"Lupa seiring berjalannya waktu juga akan ada saatnya"
Tapi yakinlah kepada Allah,  bahwa hari2 yang telah kita lewati bersama.
Proses pendewasaan diri yang telah kita rasakan pahit manisnya bersama,  semua itu tercatat oleh para malaikat2 Allah.
Apa yang sudah kita korbankan untuk bertahun tahun silam,  tidak pernah hanya sekedar menjadi kenangan. Tapi serta merta menjadi tabungan.
Segala pengorbanan yang baik akan menjadi amalan yang baik,  sedangkan hal2 buruknya bisa menjadi bahan muhasabah kita dan sebagai ajang meminta ampunan kepada sang Maha Pencipta.

Intinya,  Dua tahun lalu, setahun lalu,  atau kemarin kalau kita lihat nanti maka akan menjadi bertahun-tahun lamanya di masa yang akan datang. Kita tidak ada yang pernah tahu,  siapa yang Allah akan panggil terlebih dahulu,  dan siapa yang akan dibiarkan lebih lama berkelana di negeri bernama "dunia."
Izinkan Ana sebagai seseorang yang pernah merasa sangat dekat dengan kalian,  memohon maaf apabila selama kita bersama banyak terdapat kesalahpahaman serta kesalahan2 yang ana lakukan baik secara perbuatan,  perkataan,  maupun sikap. Tidak banyak yang bisa ana lakukan untuk kalian,  tapi kalian "sudah banyak melakukan berbagai hal untuk Ana."
Terima Kasih untuk ribuan hari kebersamaan kita,
Pengalaman yang kalian bagi menjadi pelajaran bagi hidup ana,  keceriaan yang kalian miliki menjadi semangat untuk Ana bahwa "adik2 ana saja bisa sangat ceria,  mengapa ana tidak?," dan beragam kebaikan yang kalian beri, menjadi sesuatu yang ana ingat kelak bila kita berjumpa nanti di hari bersaksinya seluruh hamba di hadapan Allah taala.

Bolehkah Ana meminta beberapa hal,
Jagalah selalu islam diatas quran dan sunnah,  tetaplah istiqomah dalam ibadah dan akhlak,  jadilah sosok panutan baik di masyarakat, tetap selipkanlah doa bagi kita semua sesama muslimah,   dan yang terakhir "Bila kalian berada di Syurga nanti,  dan belum kalian temukan diri Ana. Bisakah kalian mencari Ana?."

📝 Ditulis oleh seorang yang masih belum pandai dalam mengungkapkan perasaan.
⛔ Hanya khusus dibaca untuk pribadi. 💓

Senin, 22 April 2019

Kabur dari amanah?

Kalau lelah,  istirahat sejenak ya.
Jangan kabur.
Jangan menyerah.

Kamu yang Saya kenal sungguh bisa menangani ini semua.
Kamu punya Allah yang senantiasa menjawab doa-doamu.
Tapi kamu perlu sadari bahwa kemalasan tidak akan membuahkan apapun.

Jangan minta dipandang di dunia,
Demi Allah tidak ada tandingannya, dibanding dipandang di akhirat.
Dikenal oleh penduduk Langit.
Disambut dengan kain putih nan harum.

Wahai jiwa yang tengah goyah, 
Izinkan diri ini mengguncang kelemahan,
Izinkan diri meminta lepas dari segala hawa nafsu dan bisikan syeithan.
Izinkan diri mencoba menjadi hamba yang lebih baik.

Hamba yang mampu memenuhi amanah serta pilihannya. 

Ya Allah,  jiwa ini lemah.
Jiwa yang penuh kegoyahan,
Jiwa yang penuh kecenderungan,
Jiwa yang penuh mimpi dan harapan.
Ya Allah bantulah jiwa ini meluruskan niat..
Untuk hanya berharap demi RidhaMu.


Agustus 2019,

Bintu Haris.

Rabu, 13 Februari 2019

Tentang Rasa Syukur dan Iri

Tentang Rasa Syukur dan Iri

Manusia, menagapa sulit sekali untuk bersyukur ?
namun mudah untuk iri.
Manusia, mengapa mudah untuk iri?
namun sulit untuk bersyukur.
Manusia,  oh manusia.

Ada sebuah kabar gembira yang datang untuknya,
maka ia senang bukan kepalang.
Ekspresi berlebih,  tanpa ingat tentang siapa yang mengirimkan kabar gembira tersebut.

Ada sebuah kabar gembira yang datang untuk orang lain.
maka ia irinya bukan kepalang.
"Mengapa bukan aku?" katanya.
Baru kala itu ia mengadu pada siapa yang memberi kabar gembira tersebut,  "Ya Allah kenapa bukan aku? Aku sudah berdoa juga untuk itu."
Mengingat Allah dikala sedang susah.
Manusia sekali bukan?

Kita, harusnya sadar.
Bahwa Allah lebih tau tentang segala sesuatunya.
Bahwa Allah yang paling tahu tentang yang terbaik untuk hambanya.
Sedih,  senang,  suka,  duka,  ya hanya Allah yang punya.
Dan Allah lebih tahu siapa yang pantas untuk diberikan hal tersebut.

Malangnya manusia,  sering lupa.
Maka dari itu,  wahai diri yang menulis tentang ini, serta teman2 yang menyempatkan membaca tulisan ini,
Sadarlah bahwa Allah,
mengetahui segala sesuatu yang terbaik diatas yang paling baik.

#Di Bawah Kaki Gunung,  Di Bawah Langit
#Perindu Syurga
#Pengharap Syafaat

Maaf

 Bukan karena  engkau orang buruk tapi karena aku tidak ingin menjadi buruk Aku tidak ingin merusak sesuatu yang telah kau mulai Hiduplah de...