Jumat, 08 Desember 2023

Untukku dan untukmu pengajar,

[Sebuah Wasiat]

وصية عتبة بن أبي سفيان لمؤدب ولده:

Wasiat Utbah Bin Abi Sufyan kepada Pengajar Anaknya:

قال عتبة بن أبي سفيان لعبد الصمد مؤدب ولده:

Telah berkata Utbah Bin Abi Sufyan Kepada Abdusshomad (Pengajar anaknya):

ليكن أول ما تبدأ به من إصلاحك بَنِيَّ إصلاحك نفسك..

Langkah pertama yang hendaknya engkau lakukan dalam mendidik anakku adalah *perbaiki dulu diri (engkau)*..

فإن أعينهم معقودة بعينك،

Karena *semua mata mereka akan selalu tertuju kepada engkau*,

فالحسن عندهم ما استحسنت،

*Hal yang baik menurut mereka adalah yang engkau lakukan*,

والقبيح عندهم ما استقبحت.

 Dan *hal jelek menurut mereka adalah apa yang engkau tinggalkan*

علِّمْهم كتاب الله، 

Ajarkanlah mereka (anak didikmu) *Al-Quran*,

ولا تكرههم عليه فيَمَلُّوه، 

Tapi jangan paksa mereka (dengan berlebihan) sehingga menyebabkan *mereka bosan*,

ولا تتركهم منه فيهجروه.

Tapi jangan juga membiarkan mereka sehingga mereka *meninggalkan Al-Quran*.”


[Kitab Al-Bayan wa-Tibyan dan Kitab yang lainya] www.alukah.net/social/0/79548/#ixzz4YxbGY89D


Pelajaran yang bisa kita ambil dari perkataan ini:

  1. Kita adalah qudwah hasanah bagi anak didik kita.
  2. Anak didik kita melakukan apa-apa yang kita lakukan, karena mereka memandang apa yang kita lakukan adalah hal baik. Maka kita harus menghisab diri kita, apakah setiap perbuatan kita sudah baik hingga pantas untuk dicontoh oleh anak-anak?
  3. Anak didik kita meninggalkan apa-apa yang kita tinggalkan, karena mereka memandang apa yang kita tinggalkan adalah hal buruk. Maka kita harus menghisab diri kita, apakah setiap perbuatan buruk sudah kita tinggalkan sehingga anak-anak pun bergerak meninggalkannya?
  4. Jadilah pengajar Al-Quran yang membuat anak-anak membaca dan menghafal Al Quran dengan nikmat. Cari banyak metode untuk mengajarkan Al-Quran pada mereka agar tidak cepat bosan.
  5. Jadilah pengajar Al-Quran yang berprinsip, tidak bermudah-mudah dalam mengajarkan Al-Quran sehingga anak-anak menyepelekannya. 


Wallahu A’lam Bisshawwab

Selasa, 08 November 2022

Tanyakan, “Apakah hidupmu di dunia ini untuk Allah?”

Apa pencapaian terbesarmu dalam hidup ini?

Apakah lulus dari sekolah dengan peringkat pertama?

Apakah menikah dengan lelaki idaman nan sholeh?

Apakah dengan keliling dunia mengunjungi tiap tiap negara hebat?

Kalau ini semua tujuan dan pencapaian terbesarmu, maka ketahuilah..

Bahwa dunia tak begitu lama untuk dijadikan tempat menikmati ini semua..

Dunia adalah tempatnya seorang yang beriman diuji dan dicoba..

Akankah dengan kenikmatan yang dilimpahkan Allah kepadanya ia mampu bersyukur?

Akankah dengan kesengsaraan yang diberikan Allah kepadanya ia mampu bersabar?

Seandainya keimanan pada Allah sudah begitu kuat dipupuk,

Maka tak akan ada lagi kesombongan yang muncul kala kemasyhuran dan kekayaan itu didapati dalam diri.

Seandainya keimanan pada Allah sudah begitu kuat dipertahankan,

Maka tak akan ada lagi putus asa yang muncul kala musibah dan cobaan itu dirasakan dalam diri.

Wallahu A’lam Bisshawwab

-Hamba Fakir Allah

 

Kamis, 28 April 2022

A Letter For Me


Pesan dariku yang masih terus belajar,
Untuk diriku yang harus terus belajar…

Hasan Al Bashri mengatakan:
ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك
“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.” (Hilyatul Awliya’, 2: 148)

Umur adalah bagian dari kumpulan waktu-waktu..
Satu hari hidup di dunia berarti 24 jam sudah waktu yang engkau lalui.
Maka ketika tahun berganti tahun, engkau yang mulanya adalah anak berumur satu tahun menjadi sosok dewasa berumur dua puluh empat tahun.
Jika dikalkulasikan, maka kumpulan 24 tahun (yang telah berlalu) adalah 8.760 hari, dan kumpulan 8.760 hari adalah 210.240 jam.
Sungguh banyak waktu yang telah Allah limpahkan kepada dirimu.

Sesungguhnya, ia adalah nikmat sekaligus kerugian.
Kenikmatan bila engkau memanfaatkan waktu sebanyak itu dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah.
Kerugian bila engkau menyia nyiakannya dalam keburukan bahkan kemaksiatan kepada Allah.

Waktu terus berjalan, apa yang telah menjadi masa lalu tak pernah bisa diubah lagi garisnya, kecuali dengan memohon ampunan kepada Allah
Namun masih ada waktu waktu yang mungkin masih bisa dimanfaatkan sampai nanti ajal menjemput.
Memang tak ada yang tahu dan yakin bahwa umurmu akan berhenti di suatu angka. Karena itulah ilmu ghaib yang hanya Allah yang tahu. 
Tapi bercermin dari hari yang telah berlalu, maka kita patut berusaha di sisa umur yang ada.

Al Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah pernah berkata pada seseorang, “Berapa umurmu sampai saat ini?” “Enam puluh tahun”, jawabnya. Fudhail berkata, “Itu berarti setelah 60 tahun, engkau akan menghadap Rabbmu.” Pria itu berkata, “Inna lillah wa inna ilaihi rooji’un.” “Apa engkau tidak memahami maksud kalimat itu?”, tanya Fudhail. Lantas Fudhail berkata, “Maksud perkataanmu tadi adalah sesungguhnya kita adalah hamba yang akan kembali pada Allah. Siapa yang yakin dia adalah hamba Allah, maka ia pasti akan kembali pada-Nya. Jadi pada Allah-lah tempat terakhir kita kembali. Jika tahu kita akan kembali pada Allah, maka pasti kita akan ditanya. Kalau tahu kita akan ditanya, maka siapkanlah jawaban untuk pertanyaan tersebut.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 383)

Bertambahnya umur sama dengan bertambahnya tanggung jawab yang harus dijawab nanti di yaumil hisab, dan bertambahnya umur berarti berkurangnya waktu untuk menuai bekal menuju akhirat.

Semangat, usaha, dan doa harus tetap dibumi dan dilangitkan. 
Karena kelak semua yang ditanam hari ini akan dituai nanti. 
Dan baik buruknya tuaian itu, tergantung dengan seberapa baik amalan kita di dunia nan fana ini.

Wallahu A’lam Bis Shawwab
Bogor, 27 Ramadhan 1443 H/29 April 2022 M
@beakhoirperson

Jumat, 31 Desember 2021

'Sakit Membuatku Sadar'

Sakit membuatku sadar, 
bahwa ada tubuh yang berhak kujaga.
Sakit membuatku sadar,
bahwa sehat adalah titipan Allah.
Sakit membuatku sadar,
bahwa bernafas dengan baik adalah nikmat Allah.
Sakit membuatku sadar, 
bahwa kita hanya hamba lemah tanpa Allah.
Sakit membuatku sadar,
bahwa hidup ini berputar ada sehat ada sakit.
Dan akhirnya sakit membuatku sadar,
bahwa kalau sehat dan sakit itu pasti.
Maka hidupku hari ini,  
bisa menjadi kematiaanku esok hari.
Aku meminta maaf atas semua kesalahan,
baik perbuatan,  sikap,  dan perkataan.
Yang pernah melukai hati dan raga kalian,
orang-orang yang sejak lama ada dalam hidupku.
Kumohon doa kalian,  agar bila kematiaan itu benar-benar menjemputku,  doakan aku agar ruh dan raga ini kembali dalam keadaan khusnul khatimah,  dan agar Allah menyelamatkanku dari adzab kubur.

4 Februari 2020
Dari Aku, 
Hamba Fakir Allah.

Senin, 10 Mei 2021

Kumpulan Dzikir

*🕋 أجور عظيمة 🕋*
🕋 Pahala-Pahala Yang Besar 🕋
🍁 قال رسول الله ﷺ :
🍁 Berkata Rasulullah ﷺ : 

◻️ *"كلمتان خفيفتان على اللسان ثقيلتان في الميزان حبيتان إلى الرحمن : سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم"*
(Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat di timbangan, dan dicintai oleh Allah: *Subhaanallahi wa bihamdihi subhaanallahil adziim*)
📜 رواه مسلم 

◻️ *"لأن أقول سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر أحب إلي مما طلعت عليه الشمس"*
(:Karena mengucapkan *Subhaanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu Akbar* lebih aku cintai dari pada semua yang disinari oleh matahari.”)
📜رواه مسلم 


◻️ *( أيعجز أحدكم أن يكسب كل يوم ألف حسنة ؟ فسأله سائل من جلسائه : كيف يكسب أحدنا ألف حسنة ؟ قال : يسبح مائة تسبيحة فيكتب له ألف حسنة أو يحط عنه ألف خطيئة"*
("Apakah kalian tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan setiap hari?" kemudian ada seorang teman duduknya bertanya; "Bagaimana mampu salah seorang dari kami, Wahai Rasulullah untuk mendapatkan seribu kebaikan setiap hari?" beliau menjawab; "Bertasbih seratus kali (membaca *Subhaanallah* -Maha Suci Allah) akan ditulis baginya seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan.")
📜رواه مسلم 

◻️ *"من قال ، لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك وله الحمد وهو على كل شئ قدير ، في يوم مائة مرة ، كانت له عدل عشر رقاب وكتبت له مائة حسنة ومحيت عنه مائة سيئة وكانت له حرزا من الشيطان يومه ذلك حتى يمسي ولم يأت أحد بأفضل مما جاء به إلا أحد عمل أكثر من ذلك"*
(Barangsiapa mengucapkan: *'LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI`IN QADIIR'* (Tidak ada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dan bagi-Nya pujian. Maha menentukan atas segala sesuatu) ' seratus kali dalam sehari, maka hal itu setara dengan membebaskan seratus budak, ditulis baginya seratus kebaikan, serta dihapus darinya seratus kesalahan dan dilindungi dari setan pada hari itu hingga sore. Tidak ada seorangpun yang membawa sesuatu yang lebih baik darinya kecuali seseorang yang melakukan lebih banyak dari itu.")
📜متفق عليه 

◻️ *"من صلى علي صلاة صلى الله عليه بها عشرا"*
(Barang siapa bersholawat kepadaku sekali, maka Allah memberi sholawat untuknya sepuluh kali)
📜أخرجه مسلم 

◻️ *"من قرأ آية الكرسي عقب كل صلاة لم يمنعه من دخول الجنة إلا أن يموت"*
(Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai salat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian)
📜صححه الألباني
 
◻️ *"من قال سبحان الله العظيم وبحمده غرست له نخلة في الجنة"*
(Barang siapa yang mengucapkan kalimat, *Subhanallahil adziim wa bihamdihi* -Maha Suci Allah dan dengan memuji kepada-Nya-, niscaya ditanamkan untuknya sebuah pohon kurma di dalam surga)
📜صححه الألباني
 
◻️ *"من قال سبحان الله وبحمده مائة مرة غفرت له ذنوبه* وإن كانت مثل زبد البحر"
(Barang siapa yang mengucapkan *subahanallah wabihamdihi*, sebanyak seratus kali dalam sehari maka Allah تعالى. akan menghapus dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.)
📜صححه الألباني 

◻️ *"ألا أدلك على كنز من كنوز الجنة* ؟ فقلت بلى يا رسول الله قال , *قل :  لا حول ولا قوة إلا بالله"*
("Tidakkah kamu mau aku tunjuki salah satu harta simpanan di surga? *Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah’*.”)
📜صحيح مسلم 2704
*ــــــــــــــــــــــــــــــــــ*

Minggu, 09 Mei 2021

Bulan Ramadhan Akan Segera Berlalu..



Nastaghfirullah Wa Natuubu Ilaih..
Kami memohon ampun kepadaMu dan Kami bertaubat kepadaMu..

Ramadhan bulan penuh keberkahan..
Allah jadikan malamnya penuh dengan kemuliaan..
Allah janjikan ampunan bagi ia yang berpuasa dengan iimaanan dan ihtisaaban..
Menahan diri dari haus,  lapar,  dan setiap hal yang membatalkan..
Menghiasi diri dengan rasa sabar, istiqamah, dan ketaqwaan..
Kita bukan orang yang sudah cukup bekal akan amalan..
Tapi kita adalah hamba lemah dan fakir yang selalu butuh pertolongan.
Dari Rabb semesta alam yang Maha mengabulkan..
Agar Allah menerima setiap ibadah dan amalan..
Dan semoga Allah senantiasa memberikan kita rahmatnya agar mampu memaksimalkan waktu-waktu terakhir di Bulan Ramadhan ini dengan amalan-amalan sunnah setelah mengamalkan ibadah yang wajib ( sholat fardhu, puasa, zakat fitrah). Diantara amalan-amalan sunnah ; Sholat Sunnah, Berdzikir, Berdoa, Membaca Al Quran/Menghafalnya, bersedekah, dan lain-lain.

In Syaa Allah Khitaamuhu misk (penutupnya harum)..
Ramadhan Mubaarak Jamiian..


*iimanan : atas dasar keimanan
*ihtisaban : berharap pahala dari Allah

Jumat, 23 April 2021

Harapan yang Tak Terkabulkan

"Allah inginkan kebaikan yang banyak untuk hambanya,  maka Allah palingkan ia dari sebuah harapan."

 Sepenggal kisah Nabi Yusuf 'alaihissalaam...

Mengingat sedikit cerita Nabi Yusuf 'alaihissalaam,  kisah ketika ia berada di dalam penjara dan menafsirkan mimpi dari dua orang pemuda yang juga sama-sama berada di dalamnya. Beberapa waktu kemudian Allah bebaskan kedua pemuda ini, maka tinggalah Nabi Yusuf di dalam sana. Pada saat itu sebelum keduanya pergi,  Nabi Yusuf berpesan agar mereka menyampaikan kepada Raja untuk membebaskannya.

Allah menjadikan kedua pemuda ini lupa untuk menyampaikan pesan Nabi Yusuf. Akhirnya ia hidup di dalam penjara bertahun tahun lamanya. Hingga suatu ketika raja bermimpi melihat 7 ekor sapi gemuk dimakan oleh 7 ekor sapi kurus,  dan terdapat 7 bulir gandum yang subur dengan 7 bulir gandum yang kering, ia pun meminta  kepada menteri mentrinya untuk menafsirkan mimpi ini. Namun mereka tidak mampu menafsirkan mimpi tersebut dan justru memalingkannya dari mimpi itu. Namun raja masih penasaran hingga di antara mereka ada pemberi minum raja (ia adalah salah pemuda yang dahulu berada di penjara bersama dengan nabi yusuf dan ditafsirkan mimpinya), ia pun teringat dengan Nabi Yusuf dan mengatakan kepada raja bahwa ada seorang pemuda di penjara yang mampu menafsirkan mimpi dengan baik. Akhirnya ia pergi menemui Nabi Yusuf dan menyampaikan mimpi sang raja, kemudian Nabi Yusuf menafsirkannya : bahwa sapi yang gemuk dan tujuh bulir itu adalah tujuh tahun dimana pada tahun itu penuh kebaikan dan keberkahan. Dan kemudian Nabi Yusuf juga memberikan solusi bahwa dalam mengatasi hal tersebut,  mereka harus menyimpan hasil tanaman mereka untuk menghadapi tahun-tahun kemarau setelahnya dengan cara membiarkannya di bulirnya kecuali sedikit untuk di makan, sampai Allah akan membukakan kelapangan setelahnya.

Setelah raja mengetahui tafsir mimpi itu,  ia pun senang dan meminta utusannya untuk membawa Nabi Yusuf kehadapannya,  tapi Nabi Yusuf enggan sampai jelas kebersihan nama dan dirinya atas tuduhan kesalahan dan agar raja mengetahui tentang apa sebenarnya yang terjadi pada kaum wanita di kota itu (dahulu). Singkat cerita Raja pun mengirim utusan untuk menemui istri al aziz dan wanita wanita lainnya serta bertanya kepada mereka tentang masalah Nabi Yusuf, dan mereka pun mengakui kesalahannya dan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui sesuatupun keburukan dari diri Nabi Yusuf. Setelah dirinya terbebas dari tuduhan (yang salah itu)Nabi Yusuf pun keluar dari penjara dan ditawarkan oleh Raja untuk memilih jabatan yang ia mau,  dan Nabi Yusuf pun memilih untuk menjadi bendaharawan negeri Mesir.


Dari penggalan kisah yusuf ini,  ada sebuah 'ibrah (pelajaran) besar yang bisa kita renungi.

Yakinlah bahwa ketetapan Allah adalah takdir terbaik bagi diri kita,  dan belum tentu apa yang menjadi keinginan kita terbaik bagi diri kita. Kalau kita menengok sedikit ke belakang,  Nabi Yusuf pernah menitipkan pesan kepada dua pemuda  agar menyampaikan pesan kepada raja agar membebaskannya, tapi Allah menetapkan bahwa keduanya lupa,  sehingga Nabi Yusuf masih berada di penjara sampai beberapa tahun setelahnya. Seandainya mereka ingat dan Nabi Yusuf bebas pada saat itu maka Nabi Yusuf akan kembali menjadi budak al aziz (sebagaimana dahulu sebelum ia masuk ke dalam penjara),  dan tidak akan pernah memiliki kedudukan apapun di Negeri Mesir, dan bisa jadi suatu hari nanti fitnah yang sama akan terulang. Tapi rupanya Allah menginginkan hal yang lebih baik bagi dirinya, yang telah disiapkan,  hingga menjadikan Nabi Yusuf menetap lebih lama lagi di penjara namun setelahnya Allah bersihkan nama Nabi Yusuf dan Allah angkat derajatnya hingga menjadi salah satu orang tertinggi di negeri mesir.

Maka inilah hikmah kisah di atas, terkadang kita kecewa karena keinginan kita belum terkabulkan,  tapi ingatlah bahwa di setiap ketetapan pasti ada rahasia yang tengah Allah simpan. Bisa jadi Allah telah mempersiapkan hadiah yang lebih baik untuk kita di beberapa waktu setelahnya.  Selalu bersabarlah dan berserah, karena bukan kita yang lebih tahu atas apa yang terbaik untuk diri ini, melainkan Allah lah satu-satunya yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi diri hambaNya. Wallahu A’lam.

Selamat merenung,  wahai jiwa yang lemah:(

10 Ramadhan, 1443H

Bintu Haris/ Sebuah Catatan Faedah Pelajaran Tafsir dengan Syeikha Aisyah Ali Murshid -hafidzhallahu ta’aala-

 

 


Jumat, 15 Januari 2021

Biografi Syeikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin & Sekilas Tentang Kitab Al Qowaidul Mutsla Fi Shifaatillahi Wa Asmaaihil Husna

 

بسم الله الرحمن الرحيم

Al Qowaidul Mutsla Fi Shifaatillahi Wa Asmaaihil Husna

Biografi Syeikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin & Sekilas Tentang Kitab

v  Nama pengarang kitab

Pengarang kitab ini, adalah seseorang yang tidak asing lagi di telinga para salafiyyin dan ahlussunnah, khususnya thalabul ilm. Beliau adalah Syeikh Muhammad ibn Sholih ibn Utsaimin Al Muqbil Al Wuhaibi At Tamiimi. Kunyah beliau adalah Abu Abdillah.

v  Tempat tanggal lahir

Syeikh Utsaimin dilahirkan di kota Unaizah, salah satu kota diantara kota-kota yang ada di Qosim. Beliau dilahirkan tahun 1347 H pada tanggal 27 Ramadhan, bertepatan dengan 29 Maret 1921 M.

v  Pertumbuhan beliau dan kondisi keluarga

·       Syeikh Utsaimin dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang dikenal dengan istiqomahnya, dikenal dengan kebaikannya di dalam agama.

·       Beliau Rahimahullah, di awal mempelajari ilmu agama adalah belajar dengan sebagian keluarga Beliau.

·       Hali ini menunjukkan bahwa keluarga beliau adalah keluarga yang diliputi dengan ilmu agama, ketaatan, dan ibadah.

·       Beliau belajar dari sebagian keluarga beliau.  Seperti misalnya ia belajar dari kakeknya (dari arah ibu).

·       Kakek beliau (dari arah ibu)  adalah seorang ulama yang bernama Abdurrahman bin Sulayman AAlu Daamikh  -rahimahullah-

·       Beliau (Syeikh Utsaimin) membaca dan menyelesaikan hafalan al quran di tangan kakeknya.

·       Kemudian setelah itu beliau mulai menuntut ilmu, hal ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya mencukupkan diri dengan al qurannya.

·        Al Quran adalah dasar ilmu, sumber ilmu, dan ada baiknya seseorang mempelajari al quran sebagai dasar seluruh ilmu sebelum mempelajari ilmu lainnya.

·       Kemudian beliau mempelajari ilmu khot (kaligrafi) bagaimana cara menulis, dan mempelajari beberapa cabang ilmu adab yaitu keindahan bahasa.

v  Sosok beliau (Syeikh Utsaimin)

·       Beliau rahimahullah diberikan rezeki oleh Allah dengan kecerdasan dan juga kesucian hati.

·       Karena sebagian orang hanya diberikan oleh Allah kecerdasan namun tidak diberikan kesucian hati.

·       Hal ini seperti orang-orang Ahlu Kalam, mereka diberikan kecerdasan namun tidak dibrikan kesucian hati.

·       Sebagaimana perkataan ibnu taimiyyah terhadap orang-orang ahlu kalam :

" أنهم أوتوا فهوماً ولم يؤتوا علوماً, وأوتوا ذكاء ولم يؤتوا زكاء"

“Mereka diberikan kemampuan memahami akan tetapi tidak diberi ilmu, dan mereka diberi kecerdasan akan tetapi tidak diberi kesucian (hati).”

·       Dan beliau, Syeikh Utsaimin diberikan oleh Allah berupa kecerdasan dan kesucian hati.

·       Dan beliau juga diberikan oleh Allah Taala, tekad yang membara dan keinginan yang kuat dalam mendapatkan ilmu agama.

·       Sehingga beliau bersama dengan yang lain memenuhi majelis-majelis ulama  di zaman beliau.

·       Termasuk diantaranya adalah, diantara guru yang beliau pernah belajar darinya  Salah seorang guru beliau adalah Syeikh Abdurrahman Bin Nashir As Sa’diy.

v  Guru Beliau (Syeikh Abdurrahman Bin Nashir As Sa’diy)

·       Adalah salah seorang mufassir  (ahli tafsir)

·       Diantara kitab tafsir karangan beliau yang terkenal adalah Taisir Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan (atau sekarang dikenal dengan nama Tafsir As Sa’diy)

·       Beliau adalah salah seorang guru Syeikh Utsaimin.

·       Syeikh Abdurrahman As- Sa’diy  juga seorang ahli fikih, beliau memiliki banyak perhatian yang besar tentang ilmu fikih. Sehingga hal ini memiliki pengaruh terhadap muridnya yaitu Syeikh Utsaimin.

·       Dahulu Syeikh Abdurrahman As Sa’diy mengangkat dua diantara murid-muridnya untuk mengajarkan ilmu kepada anak-anak kecil.

·       Dua orang tersebut adalah Syeikh Ali As Shalihi dan Syeikh Muhammad bin Abdul Aziz Al Muthawa.

·       Sehingga  Syeikh Utsaimin yang saat itu masih kecil belajar dengan keduanya (Syeikh Ali As Shalihi dan Syeikh Muhammad bin Abdul Aziz Al Muthawa).

v  Perjalanan beliau dalam menuntut ilmu

·       Diantara kitab yang beliau baca dan pelajari di awal ia belajar agama adalah :

ü  Ilmu Akidah : “Mukhtasor Al Aqiidah Al Washitiyyah” yang ditulis oleh syeikh Abdurrahman as sadiy sendiri.

ü  Ilmu Fikih :  “Minhaajussalikin Fiil Fikih” ditulis oleh syeikh Abdurrahman As Sa’diy.

ü  Ilmu Bahasa Arab : “Al-Aajuruumiyah” dan kitab “Alfiyah ibni malik”

·       Rihlah menuntut ilmu

ü  Kemana saja beliau berpergian dalam menuntut ilmu? Beliau tidak seperti ulama yang lain, yang diberi kemudahan untuk pergi ke daerah-darerah dan negara-negara yang banyak, yang mampu rihlah ke berbagai negeri.

ü  Dikisahkan bahwa beliau hanya rihlah ke Riyadh saja, ketika dibuka di sana beberapa sekolah, akhirnya beliau mendaftar ke salah satu sekolah tersebut.

ü  Tapi inilah yang disebut dengan :

)ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ(

(Demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar). Al-Jumuah ayat 4.

ü  Beliau belajaranya tidak seperti ulama yang lain, tidak rihlah (pergi) ke daerah daerah.

ü  Tapi dia punya kesungguhan, kemudian ia berdoa, dan dengan keikhlasan yang ia miliki akhirnya Allah mengangkat keilmuan beliau di atas yang lain.

ü  Beliau hanya belajar di Riyadh kepada ulama ulama yang ada disana, namun Allah angkat derajatnya sehingga bisa menjadi ulama sukses seperti ulama-ulama lainnya.

ü  Hikmah yang dapat dipetik :

§  Jangan sampai seseorang tertipu oleh syaithan, diberi kesempatan untuk pergi kesana kemari,  tapi ia lalaikan dan habislah waktunya untuk hal yang sia-sia,  dan ia tidak pernah memanfaatkan kesempatannya untuk belajar dengan para asatidzah yang ada di sekitarnya.

§  Terkadang ada orang yang mendapati keterbatasan dalam dirinya, namun dengan keterbatasan yang ada, ia mampu bersungguh-sungguh dan ikhlas karena Allah Taala, sehingga Allah angkat derajatnya.

§  Allah lah yang mengangkat derajat sesorang, kalau ia bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, ia beradab dalam menuntut ilmu, maka Allah mudahkan ia untuk mendapatan ilmu walau hanya dengan memanfaatkan lingkungan sekitarnya.

§  Namun kalau dimudahkan nantinya diberikan untuk bertemu masyaikh alhamdulillah, namun kalau belum diberi kesempatan untuk bertemu masyaikh juga tidak mengapa, yang terpenting ia sudah menggunakan waktunya sebaik mungkin, memanfaatkan waktunya dengan apa yang ada di sekitarnya.

§  Jangan sampai seseorang terfitnah dengan berbagai macam fitnah, baik fitnah dunia, fitnah jabatan, dan fitnah lainnya.  

§  Jangan sampai seseorang disibukkan dengan perkara perkara duniawi sehingga ketika dia pulang ke Indonesia orang-orang tidak mengambil ilmu darinya.

§  Ia tenggelam begitu saja bersama orang orang yang tenggelam.

§  Dan hal ini berbeda dengan orang-orang yang menyibukkan waktunya untuk ilmu, maka ketika ia kembali ke negaranya, orang-orang akan mengambil manfaat dari ilmunya.

v  Syeikh Utsaimin ditunjuk menjadi imam masjid

·       Setelah meninggalnya Syeikh Abdurrahman As Sa’diy di Unaizah pada tahun 1376 H, saat itu umur beliau (Syeikh Abdurrahman As Sa’diy ) 69 tahun.

·       Maka sebagian masyayikh saat itu ditunjuk menjadi imam di masjid yang diberi nama  “Masjid Jami Al Kabir” di Unaizah.

·       Namun itu tidak berlangsung lama, sampai akhirnya ditunjuklah Syeikh Utsaimin untuk menjadi imam di masjid tersebut.

·       Dan akhirnya Syeikh Utsaimin menggantikan gurunya Syeikh Sa’diy mengajar di masjid tersebut.

·       Kemudian banyak yang belajar dengan beliau, termasuk asatidzah di Indonesia ada yang belajar langsung dengan Syeikh Utsaimin pada saat itu.

·       Syeikh Utsaimin mulai menulis kitab pada tahun 1382 H, pada saat itu umur beliau 32 tahun.

·       Kitab pertama yang beliau tulis adalah, ringkasan kitab syeikhul islam ibnu taimiyyah “Ar-Risalah Al-Hamawiyyah Fi al-’Aqidah” dan beliau beri nama kitab tersebut “Fath Rabb al-Bariyyah Bi Talkhish al-Hamawiyyah”

v  Syeikh Utsaimin di Riyadh

·       Ketika beliau berada di Riyadh, beliau belajar dari Syeikh Bin Baz (seorang mufti’ Saudi Arabiyyah).

·       Beliau membaca shahih bukhari dihadapan beliau (Syeikh Bin Baz ) dan beberapa kitab karangan syeikhul islam ibnu taimiyyah dan beberapa kitab fikih.

·       Pada saat itu gurunya yang lain, Syeikh Muhammad bin Ibrahim Alusy Syeikh (yang tengah menjabat menjadi mufti’ Saudi Arabiyyah) pada saat itu, menawarkan Syeikh Utsaimin untuk menjadi qadhi’ (hakim) namun syeikh utsaimin menolak dan sangat menolak dan berusaha untuk tidak menjadi seorang hakim, karena beliau ingin menyibukkan dirinya dengan ilmu saja. Akhirnya beliau dimaafkan untuk tidak menjadi hakim.

·       Dan ini yang dilakukan oleh beberapa ulama, yang menolak jabatan karena bisa jadi ia merasa bahwasannya bila menerima jabatan itu khawatir dirinya lemah maka mereka berusaha menjauhi jabatan-jabatan dan kedudukan-kedudukan tersebut.

·       Hal ini tidak diharamkan, karena masing-masing lebih mengethaui dirinya.

·       Ada diantara para ulama yang menjabat menjadi qadhiy (hakim), dan mereka juga tidak kalah luar biasa, mereka menulis, kemudian mengajar, kemudian juga menjadi seorang hakim. Seperti Al Hafidz Ibnu Hajar.

·       Dan ini fadhlullah yutiihi may yasyaa, dan masing-masing dari mereka (para ulama) memiliki kelebihan.

v  Guru-guru Syeikh Utsaimin lainnya

·       Syeikh Muhammad Al Amiin Asyinqithiy (pengarang kitab Adwa Al-Bayan fi Idhah Al-Qur’an bil Quran), beliau adalah seorang ulama Madinah yang didatangkan ke Riyadh.

·       Guru di masa kecilnya : Syeikh Ali Bin Hamid As Shaalihi dan Seyikh Muhammad Bin Abdul Aziz Al Muthawwa. Dan dari keduanya kita bisa mengambil hikmah bahwa : Jangan malu untuk mengajar anak-anak kecil, karena mungkin saja di masa kecil ia hanya seorang anak kecil, namun beberapa tahun kemudian ia yang akan menjadi ulama besar dan ilmunya bermanfaat bagi banyak orang.

·       Guru Al Quran beliau : kakeknya Abdurrahman bin Sulayman AAlu Daamikh  -rahimahullah-

·       Syeikh Abdurrrahman Bin Ali Bin Audan

v  Murid-murid Syeikh Utsaimin

·       Murid-murid beliau terlalu banyak untuk disebutkan.

·        Disebutkan oleh muridnya : Yang menghadiri majelis beliau kurang lebih 500 orang. Yang menjadi murid dan duduk bersama beliau, dan masing-masing muridnya memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

v  Manhaj Syeikh Utsaimin

·       Diantara manhaj beliau di dalam mengajar : Syeikh Al Utsaimin Rahimahullahu Taala, memiliki ilmu yang mana beliau berjalan dan praktek di atasnya.

·       Perkataan beliau :

"لقد تأثرت كثيرًا بشيخي عبد الرحمن السعدي في طريقة التدريس، وعرض العلم، وتقريبه للطلبة بالأمثلة والمعاني"

 Artinya : “Aku banyak terkesan dan terpengaruh dengan guruku syeikh Abdurrahman As Sa’diy di dalam metode mengajar, dan menyampaikan ilmu, dan di dalam mendekatkan ilmu kepada murid-muridnya dengan memberikan contoh dan makna dalam mengajar. Demikian halnya aku terkesan kepada beliau dari sisi akhlaknya. Karena beliau mempunya akhlak yang mulia dan kedudukan yang tinggi dalam hal ilmu serta ibadah. Terkadang beliau bercanda dengan anak kecil dan tertawa bersama orang-orang dewasa. Beliau termasuk orang yang paling baik akhlaknya yang pernah aku lihat.”

·       Diantara hikmah : yakni pentingnya mulazzamah dengan seorang guru, karena dengan lamanya mujalasah (duduk dan menuntut ilmu) kita bersama guru, maka kita akan terpengaruh dan mengetahui bagaimana cara mengajar yang baik.

·       Seperti Syeikh Abdurrazaq juga memiliki perhatian yang besar kepada Syeikh Sa’diy , juga sangat terpengaruh dengan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim Al Jauziyah -semoga Allah merahmati keduanya-.

·       Manhaj yang digunakan oleh Syeikh  berbeda dengan ulama-ulama Saudi lainnya, karena mereka adalah ulama Najd yang madzhab mereka adalah Hanbaliy.

·       Dan Syeikh Sa’diy ini adalah yang termasuk keluar dari madzhabnya (madzhab hanbaliy).

·       Beliau berusaha kembali kepada dalil yang paling dekat dengan Al Quran dan As Sunnah.

·       Dan banyak mengambil pendapat-pendapat yang diambil oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan muridnya Ibnul Qayyim Al Jauziyah.

·       Dan Syeikh Utsaimin sangat terpengaruh degan apa yang dilakukan oleh Syeikh Sa’diy, sehingga kita temukan beliau kerap kali di dalam fatwa-fatwanya berbeda dengan ulama ulama madzhab hanbaliy lainnya.

v  Salah satu perkataan beliau

·       Kalau kita benar-benar ingin menuntut ilmu, maka memilih kitab yang ringkas, kemudian menghafalnya.

·       “Kami menghafal sedikit dan membaca banyak” dan faedah yang kami dapatkan dari bacaan kami lebih sedikit dibanding yang kami hafal.

v  Karangan beliau

·       Diantara karangan beliau, jumlahnya kurang lebih 55 kitab, beliau mensyarah qawaidul arba dan juga kitab tauhid, dan lain-lain.

·       Dan diantara keistimewaan karangan beliau adalah bahasan dan penjelasan yang digunakan sangat mudah dipahami.

v  Akhir hidup beliau

·       Beliau wafat pada tahun 1421 H bertepatan dengan tahun 2001 M.

·       Di bulan syawal tanggal 15.

·       Dan di tahun wafatnya, 10 hari di bulan Ramadhan beliau menyempatkan diri untuk i’tikaf di masjid nabawi dalam keadaan sakit

·       Dan pada saat itu beliau masih menyempatkan diri untuk mengajar.

·       Di bulan syawalnya beliau meninggal.

 

Tentang kitab Qawaidul Mutsla Fii Sifaatillah Wa Asmaaihil Husna

v  Al Mutsla : ism tafdhil adalah ta’nis dari amtsal. Artiny : Yang paling penting.

v  Artinya Qawaidul Mutsla Fii SIfaatillah Wa Asmaaihil Husna : Kaidah-kaidah yang paling penting di dalam sifat-sifat dan nama-nama Allah yang husna.

v  Isi kitab :

·       Didalam kitab ini beliau menyampaikan kaidah para salaf di dalam nama Allah dan sifat Allah.

·       Di dalam kitab ini kita belajar nama dan sifat Allah, namun pembahasan kitab ini  lebih tafshil (rinci) dari kitab yang telah kita pelajari sebelumnya.

·       Dan juga disebutkan oleh beliau di dalam kitab ini bagaimana membantah orang-orang yang menyamakan sifat Allah dengan sifat makhluk.

·       Secara global beliau akan menyampaikan :

1.      Kaedah-kaedah yang berkaitan dengan nama Allah (7 Kaedah)

2.      Kaedah-kaedah yang berkaitan dengan sifat Allah (7 Kaedah)

3.      Kaedah dalam mengambil dalil-dalil mengenai sifat dan nama Allah (4 kaedah)

·       Dan ada beberapa ulama yang memberikan ta’liq dan mensyarh kitab ini, termasuk Syeikh Utsaimin sendiri juga mensyarh (menjelaskan) matan kitab ini.

·       Bahkan ada seorang Bahitsah (penulis resume perempuan atau semacamnya) yang menulis taliq tentang kitab ini, beliau adalah Kamilah Al Kawaaniy (atau DR. Kamilah Al Kiwari). Deliau mensyarah kitab qawaidul mutsla, beliau memberi judul “Al Mujalla Fii Syarh Al Qawaaidul Mutsla Fii……”

والله تعالى أعلم بالصّوّاب

Catatan Mulazzamah bersama Al Ustadz Abdullah Roy Hafidzhahullahu Ta’aala.

*Bila ada yang keliru bisa disampaikan melalui chat di kolom komentar. Baarakallahu fiikum.

Maaf

 Bukan karena  engkau orang buruk tapi karena aku tidak ingin menjadi buruk Aku tidak ingin merusak sesuatu yang telah kau mulai Hiduplah de...