Kenalkah kita dengan seseorang yang Allah berikan kesempatan berbeda dengan ulama lainnya?
Rabu, 13 Januari 2021
"Ia tenggelam bersama orang-orang yang tenggelam.."
Selasa, 12 Januari 2021
"اعمل لدنياك كأنك تعيش أبدا ، و اعمل لأخرتك كأنك تموت غدا"
Selasa, 17 November 2020
"Mengapa Aku Harus Cerdas?"
"Dari Hati Untuk Hati"
"Lurus saja, tak perlu memikirkan yang belum terjadi."
Sebuah nasehat dari Syeikha Aisyah Ali Murshid hafidzhahullahu ta'aala.
Bunayyatiy, Di hadapanmu kini ada ibadah yang menunggu untuk dikerjakan.
Sholat, maka ia yang pertama kali akan dihisab (diperhitungkan) oleh Allah Taala. Kemudian, puasa, zakat, haji, dll.
Berjalanlah lurus ke depan, ibaratnya kamu sedang berada di sebuah jalan.. Maka kamu tak perlu belok ke kanan atau belok ke kiri.
Ambil setiap pahala di jalan tersebut.
Ibadah yang wajib pastinya (sholat lima waktu, puasa ramadhan, zakat fitrah, berhaji -bila mampu-).
Kemudian ibadah yang sunnah (shalat sunnah rawatib, sunnah witir, sunnah qiyamul lail, sunnah dhuha, puasa senin-kamis, puasa ayamul bidh, puasa daud, sedekah, mengerjakan ibadah umrah, dll.)
Janganlah kamu memikirkan hal-hal lain, seperti..
"Kapan jadi orang suksesnya ya?"
"Kapan bisa kerja dan punya uang sendiri ya?"
"Kapan nikah ya?"
"Kapan dikaruniai anak ya?"
"Kapan travelling keliling dunia ya?"
"Kapan bisa ambil S2? kapan bisa ambil S3?"
dan masih banyak angan-angan lainnya.
Yang justru tanpa engkau sadari menghambat jalan lurus kita menuju tujuan akhir.
Apa sih tujuan kita hidup di dunia ini?
Bukankah Allah telah berkata :
(وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ)
"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manuasia kecuali untuk beribadah kepadaku" [Surat Adz-Dzariyat 56]
Tujuan kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah.
Sekarang mari kita pikirkan,
Sudah seberapa benar ibadah yang kita lakukan?
Apa sudah yakin kalau ibadah wajib yang telah kita lakukan diterima semua?
Apa sudah mengerjakan ibadah sunnah untuk menyempurnakan ibadah-ibadah wajib yang masih kurang sempurna?
Kita tidak bisa merasa bangga terhadap ibadah yang telah kita lakukan sehingga merasa cukup dan malah sibuk mengejar angan-angan yang tiada habisnya.
Dunia, tidak akan dibawa ke dalam kubur bunayyatiy.
Harta pun bisa dicuri atau bisa habis.
Kepintaran pun, bisa berkurang atau bisa terlupakan.
Dan menjawab soal dalam kubur tidak bisa dengan harta yang banyak ataupun ingatan yang kuat.
Semua itu tergantung dengan keimanan yang kita yakini di dalam hati, terucap di dalam lisan, dan diamalkan dengan anggota badan.
Maka, bunayyatiy.
Sibukkanlah dirimu dengan beribadah kepada Allah.
Bukankah janji Allah itu nyata, bahwa barangsiapa yang mengejar akhirat maka dunia akan mendatanginya dalam keadaan terhina ?
Dunia yang akan mendatangi kita dalam keadaan terhina!
Tidak perlu, kita yang habis-habisan mengejar harta,
Karena harta sendiri yang kelak menghampiri kita.
Hiduplah untuk ibadah, berusahalah di dunia untuk tujuan ibadah kepadaNya, dedikasikan semua untuk kebahagiaan akhirat, maka Allah yang akan menepati janjinya untuk menghidupimu di dunia yang sangat sebentar ini.
Pikirkan kehidupan di Syurga kelak!
Yang kekal abadi selamanya.
Yuk kita perbagus dan perbaiki ibadah :))
#Wallahu A'lam
#Catatan Nasehat 2018 diterjemahkan dari bahasa arab.
Rabu, 07 Oktober 2020
Nubdzatul Fawaaidi : Siapakah Al Firqoh An Najiyah ?
بسم الله الرحمن الرحيم
SIAPAKAH GOLONGAN YANG SELAMAT?
(Faedah dari kitab "Al Firqoh An Naajiyah" karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu)
1. Golongan yang selamat adalah yang mengikuti prinsipnya Rasulullah salallahu alaihi wa sallam, Sahabat,
Tabiin, dan Atbaaut Taabiin
Radhiyallahu Anhum.
2. Mereka adalah golongan yang kembali kepada Al Quran dan As Sunnah bila menemui perbedaan pendapat.
3. Mereka adalah golongan yang mendahulukan Al Quran dan
As Sunnah (Hadis) sebelum perkataan-perkataan lainnya.
4. Mereka yang fokus kepada tauhid
dan menjauhi kesyirikan (yang merupakan konsekuensi dari tauhid). Karena itulah yang
utama sebelum hal lainnya. Sebagaimana dahulu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam
mendakwahkan tauhid dan memberantas kesyirikan terlebih dahulu sebelum
mendakwahkan umat kepada hal lainnya.
5. Mereka yang suka menghidupkan
sunnah-sunnah Rasulnya sallallahu alaihi wa sallam, dalam setiap aspeknya, sehingga mereka
terlihat asing di tengah-tengah kaumnya, juga terlihat berbeda dengan masyarakatnya.
6. Mereka yang tidak fanatik terhadap suatu golongan/madzhab/ulama/ustadz karena manusia itu tidak ada yang maksum (murni dari dosa). Sesungguhnya orang-orang salaf sejati adalah mereka yang kembali kepada Al Quran dan As Sunnah bukan fanatik terhadap suatu golongan/madzhab/ulama/ustadz .
7. Mereka adalah orang-orang yang hidup
dengan prinsip sesuai Ahlul Hadis (setiap ulama yang kembali kepada perkataan
Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam yang shahih).
8.
Mereka yang tetap menghormati ulama walau mendapati perbedaan pendapat, dan tidak taashub (fanatik) terhadap salah
satu diantara mereka. Mereka kembali kepada perkataan ulama yang paling sesuai
dengan Al Quran dan As Sunnah, yang paling
shahih dalilnya.
9. Mereka yang amal ma'ruf dan nahi munkar
serta meninggalkan perkara bid'ah dan hizbiyyah.
10. Mereka yang mengiginkan kebaikan pada
dirinya dan muslim lainnya. Ia suka menasehati dan dinasehati,
saling berbuat kebaikan dan diajak kepada kebaikan, dan lain-lain.
11. Mereka adalah yang fokus kepada hukum-hukum
Allah, yakni ayat Al Quran dan As Sunnah serta menjadikan keduanya pegangan. Kemudian meninggalkan
hukum wad'iy (hukum yang dibuat manusia, seperti undang-undang manusia, dll) yang
menyelisihi hukum islam. Adapun bila selaras dengan hukum islam maka tidak mengapa, namun dengan
tetap meyakini bahwa hukum Allah-lah yang terbaik dan utama.
12. Mereka yang mengajak kepada seluruh
orang muslim agar berjihad di jalan Allah (Jihad ada tiga : Jihad dengan
lisan/pena, jihad dengan harta, jihad dengan jiwa).
والله أعلم بالصواب
Biografi : DR V Abdurrahim Bin Abdussubhan Penulis Kitab Durusul Lughoh Al Arabiyyah Li Ghairi Naatiqiina Bihaa
بسم الله الرحمن
الرحيم
Karya DR V Abdurrahim Bin
Abdussubhan kitab “Durusul
Lughoh Al-Arabiyyah Li Ghairi Naatiqiina Bihaa”
Ditulis
oleh : Nafila Imani Haris
Dikoreksi
oleh : Ustadz Aris Saifuddin, Lc. Hafidzhahullahu Taala
A.
Tentang Buku :
·
Judul : Durusul Lughoh Al-Arabiyyah Li Ghairi Naatiqiina Bihaa
Jilid Pertama
·
Cetakan tahun : 1418 H
·
Daftar isi buku : Sampul depan, Basmalah, Isi (Pelajaran 1-23),
Daftar isi.
·
Metode Pembelajaran :
o Belajar tentang akhiran yang umum
yaitu tanwin, kemudian setelahnya baru mempelajari mamnu’ minas sharf.
o Belajar tentang isim mufrod sebelum
belajar tentang isim dual dan jamak.
o Belajar jamak saliim sebelum mempelajari
jamak taksiir.
o Belajar Fi’il Shahih Akhir sebelum mempelajari
Fi’il Mu’tal akhir, lalu Af’alul Khamsah.
o Belajar Mudhari Marfu’, sebelum mempelajari
Mudhari Mansub dan Majzum.
B.
Tentang Penulis
·
Nama Penulis : Syeikh Doktor V(Vaniyambadi) Abdurrahim bin
Abdussubhan.
·
Tempat Tanggal Lahir : Lahir di kota Vaniyambadi di wilayah Tamil
Nadu India pada tanggal 7 Mei 1933 M (1356 H). Sebuah kota kecil namun
merupakan kota penting yang menjadi pusat perdagangan.
·
Kegiatan Penulis : Pengajar Bahasa Arab bagi penutur asing di
Universitas Islam Madinah, seorang pakar, leksikograf (mempelajari ilmu
penyusunan kamus), linguis (ahli Bahasa) yang mahir. Beliau juga penanggung
jawab dalam Mujama Malik Fahd (percetakan quran terbesar) dalam qism
penerjemahan, dan telah menerjemahkan al quran ke dalam 71 Bahasa.
·
Sejarah Pendidikan :
o Universitas Madras, Jurusan Bahasa
Inggris, tahun 1957.
o Universitas Al-Azhar Cairo Mesir,
Jurusan Studi Arabic, 1964, mendapat gelar M.Phil dan Ph.D.
·
Metode beliau dalam belajar dan mengajar :
o Menghafal Wazn
o Taqdiim Al-‘Ushuul ‘Ala Al-Furu’
(Belajar dari dasar sebelum meloncat ke pembelajaran yang lebih kompleks)
·
Beliau telah menulis 35 kitab, dan diantara karya beliau :
o Durusul lughoh,
o Kitab Al Mu’rob LilJawaliqi (judul
desertasi S3 beliau),
o Kitab Al’I’lam Bi Ushuulil A’lam,
o Kitab Sawa As Sabil,
o Kitab Mu’jamud Dakhiin,
o Kitab Arbau Hadiisan,
o Mu’jamul Masaaili Nahwiyah Wa
Sharfiyah,
o Nushus Islamiyyah,
o Let’s Begin to Read Arabic : A
Beginners Guide
o At- Tibyan : Easy Way to Qur-aanic
Reading
o Dll.
·
Kemampuan Bahasa :
o Menguasai 12 Bahasa (yang beliau sebutkan)
karena besarnya minat beliau untuk mengajarkan Bahasa arab kepada orang-orang
non arab.
o Diantara Bahasa yang ia kuasai
adalah : Bahasa Urdhu (Bahasa ibu), Bahasa
Inggris, Bahasa Arab (otodidak), Bahasa Persia (Bahasa di sekolah Chennai),
Bahasa Turki (belajar agar bisa memahami muridnya), Bahasa Jerman (beliau
diutus oleh Universitas Islam Madinah 10 tahun, untuk mengajarkan Bahasa arab.
Pertama, beliau mengadakan dauroh di
kota Berlin dan sisanya beliau mengajar di kota-kota kecil di Lutherbach), Bahasa
Ibrani, dan Bahasa Suryani (belajar dari buku dan internet) , Bahasa Yunani dan
Bahasa Latin (beliau belajar di Universitas Chennai karena keduanya akar dari
Bahasa inggris).
·
Perjalanan Pendidikan :
o Pada awalnya beliau belajar bahasa
arab secara otodidak, dan banyak sekali problematika yang dihadapi olehnya
sebagai pembelajar Bahasa arab (non arab).
o Mengawali perjalannya dalam
mempelajari Bahasa arab beliau membaca buku Bahasa arab dengan terjemahan Bahasa
Inggris dan Bahasa Urdhu.
o Setelah itu, ketika beliau sudah mulai
memahami Bahasa arab dasar, beliau mulai
mendengarkan radio berbahasa arab. Seperti radio cairo (Soutul Arob), radio Al-Quranul Kariim
(nidaaul islam dan Makkah al mukaramah) ini terjadi pada pertengahan tahun 69-70
Hijriyah / 1950 masehi. Setelah itu beliau pindah ke kota Madros (Chennai).
o Kemudian disana beliau menghubungi
beberapa kedutaan untuk mengirimkan kepadanya koran-koran dan majalah berbahasa
arab, semua tujuannya untuk mengokohkan Bahasa arab beliau.
o Beliau juga semangat menemui
orang-orang arab yang datang, karena Chennai adalah kota besar dan terdapat
banyak sekolah dan kampus maka banyak orang-orang arab yang datang kesana.
Biasanya orang-orang ini adalah qori yang menjadi imam di bulan Ramadhan yang khusus
didatangkan dari negeri arab.
o Suatu hari ada daa’i datang dari Madinah
dan beliau mengambil ini sebagai kesempatan untuk mengambil faedah darinya
selama dua puluh empat jam.
o Beliau juga pernah bertemu dengan seseorang
berasal dari Bahrain, ia adalah seorang pengemis, kemudian beliau mengajaknya
ke rumah untuk dijamu, dan setelahnya syeikh mengambil faedah Bahasa darinya.
Syeikh selalu mengambil faedah bila bertemu dengan orang arab, dan ini adalah
bentuk kecintaan beliau terhadap Bahasa arab.
o Pada tahun 1964 M beliau pergi ke
Mesir. Beliau pergi kesana karena keinginan yang kuat untuk bisa kuliah di
timur tengah untuk mempelajari Bahasa arab. Ia bisa sampai setelah mengirim
surat kepada Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, pada bulan ied fitri dengan
permintaan bahwa beliau ingin belajar di cairo mesir. Dua sampai tiga minggu
kemudian, datang surat balasan dari wakil presiden, Hussen El-Shafei (yang pada
saat itu adalah penanggungjawab di Al Azhar, tertulis bahwa “Anda diterima di
Al Azhar sampaikan surat balasan ini ke kedubes Mesir di New Delhi” Dan beliau pun berangkat pada bulan januari
tahun 1964 M.
o Di Mesir beliau tinggal di kota
Nashiir Buhus lilislamiyah, kotanya para pelajar.
o Beliau masuk ke dalam Fakultas
Bahasa Arab di Universitas Al Azhar. Pada saat itu ijazah S2 syeikh dari
Universitas Aligarh tidak diakui oleh Universitas Al Azhar, sehingga syeikh
harus mengulang S2 kembali. Setelah melewati pembelajaran, akhirnya ia
menyelesaikan pendidikan S2 nya dengan tesis bertemakan “Kosa kata Bahasa
perancis yang di-Arab-kan.”
·
Syeikh dan Madinah
o Beliau tinggal di Madinah kurang lebih
lima puluh tahun, sampai hari ini.
o Beliau mengatakan, “Sebaik-baiknya
hidup di dunia adalah hidup di Madinah Munawwaroh.
·
Syeikh tentang pembelajaran Bahasa arab
o Beliau mengatakan, “sesungguhnya
Bahasa arab adalah Bahasa yang mudah, namun orang-orang, para guru, metode, dan
siswalah yang mempersulitnya. Mereka menyulitkan dengan metode yang mereka buat
sendiri, dengan menjelaskan sesuatu yang rumit semenjak awal pembelajaran.”
·
Awal mula beliau menulis kitab durussulughoh
o Beliau membuat silabus untuk pelajar
di Universitas Madinah, setiap malam beliau mempersipakan dan menulis bahan
ajar, semua beliau tulis dengan kesungguhan, dan aku bagikan kepada murid-muridku
di Jamiiah pada pagi harinya.
o Jilid pertama dari silabus ini
selesai aku tulis dan ajarkan (selama 6 bulan), kemudian diterbitkan oleh
jamiiah dan berikutnya terbit jilid kedua dan ketiga.
o Beberapa bulan kemudian Jamiiah Islamiyyah
Madinah (Universitas Madinah) mengadakan dauroh (seminar) di berbagai
negara-negara di seluruh dunia, dan membagikan modul ini. Dan begitulah
bagaimana buku ini tersebar.
o Mulai dari saat itu silabus atau
modul ini diperbanyak oleh beberapa orang, ada yang meminta izin dari beliau
ada juga yang tidak.
o Bahkan ada sebuah negara yang
mencetak tanpa izin dan menghilangkan nama beliau.
·
Tambahan :
o Salah satu kitab beliau yang
terkenal juga adalah : “Europe Speaks Arabic” dimana syeikh menyebutkan kurang
lebih 200 kosa kata Bahasa arab yang menjadi bagian Bahasa inggris dan
perancis, dan beliau juga menyampaikan
hal ini dalam 10 bahasa yang berbeda. Buku Europe Speaks Arabic : mengandung
Bahasa-bahasa eropa yang terkandung di dalamnya Bahasa arab. Contoh : Kata
Trafalgar Square (kata-kata ini ada di jantung London). Artinya dalam Bahasa
arab adalah : Pinggir gua (طرف
الغار)
o Beberapa hikmah yang dapat kita
ambil dari perjalanan beliau adalah :
1.
Senantiasa meminta dan berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam
menuntut ilmu, terutama ilmu akhirat.
2.
Senantiasa memiliki ‘azm dan semangat yang kuat dalam berthalabul
‘ilmi.
3.
Meyakini bahwa siapa yang Allah kehendaki maka ia akan mendapatkan
keutamaan pada kehidupannya.
4.
Tidak ada seorangpun yang tidak mampu untuk mempelajari sesuatu,
karena Allah Maha Mendegar dan Mengetahui setiap doa, keinginan dan usaha
hambanya.
5.
Istiqomah dalam menuntut ilmu.
6.
Sesungguhnya tidak ada kata terlambat dalam menuntut ilmu, karena
yang kelak akan dinilai oleh Allah bukan yang paling banyak amalanya, namun
yang paling baik amalannya.
Wallahu Ta’aala A’lam Bis Shawab.
Sumber
tulisan :
1.
Maktabah Syameela
2.
Video wawancara : https://youtu.be/5wUY8EKR6y8
Selasa, 29 September 2020
"Janganlah kau terburu-buru dalam menuntut ilmu"
"Kan Kugunakan Waktu Ini Sebaik-baiknya"
"Yang Aku sembah inilah yang menentukan keberhasilan ku dalam menuntut ilmu"
Maaf
Bukan karena engkau orang buruk tapi karena aku tidak ingin menjadi buruk Aku tidak ingin merusak sesuatu yang telah kau mulai Hiduplah de...
-
بسم الله الرحمن الرحيم Karya DR V Abdurrahim Bin Abdussubhan kitab “Durusul Lughoh Al-Arabiyyah Li Ghairi Naatiqiina Bihaa” Ditulis ol...