Hati ini berhak memilih pada hal apa ia menjadi condong.
Hati ini berhak menentukan pada siapa ia menjadi condong.
Sungguh, bukan kewajibanmu untuk melayani semua hal dan semua orang yang membutuhkan kasih sayangmu.
Ada yang benar wajibnya untuk diberikan kasih sayang olehmu seperti Rabbmu, Para Rasul, Para Sahabat, Para Salafussaalih, ibumu, bapakmu, adik-adikmu, kerabatmu, teman-teman perempuanmu.
Namun terkadang ada pula yang terlarang untuk kamu berikan rasa sayang itu padanya.
Pada setiap insan yang singgah di hidupmu, menawarkan rasa tapi bukan dengan cara yang benar.
Walau hati kerap bergetar untuk memberikannya, karena pada nyatanya kamu juga menyayangi kebaikan pada dirinya.
Tapi,
Bila penawaran itu diambil kemudian kamu menyakiti banyak insan lainnya, bagaimana?
Kamu harus punya prinsip, menyayangi boleh selama tidak melanggar batasan syariat.
Menyayangi boleh selama kasih sayangmu tidak menimbulkan kesakitan pada orang lain.
Walau, hatimu yang harus menahan rasa, setidaknya bukan orang lain yang kehilangan rasa.
Manusia itu harus bijak dan adil layaknya Sang Pencipta.
Tak boleh egois dengan apa maunya.
Allah Maha Adil atas setiap kehidupan.
Bila saat ini ia yang kau sayangi sudah menemukan hatinya, suatu hari semoga giliranmu yang mendapatkan hati itu.